BI Mengajar di SMAN 1 Bone: Membedah Peran Bank Sentral dalam Stabilitas Ekonomi dan UMKM

BONE, 12 Februari 2026 – Suasana SMAN 1 Bone tampak berbeda hari ini. Ratusan siswa kelas X antusias mengikuti program "BI Mengajar: Kelas Wawasan Kebanksentralan (KAWAN BI)". Kegiatan ini menjadi jembatan bagi para siswa untuk memahami dunia moneter dan sistem pembayaran langsung dari para praktisinya.
Acara dibuka dengan sambutan hangat dari Bapak Kepala UPT SMAN 1 Bone Drs. Muhdar, M.Pd. Dalam arahannya, beliau menekankan pentingnya bagi para siswa untuk menyerap ilmu ini sebagai bekal yang melampaui kurikulum sekolah formal.
​"Ilmu yang akan disampaikan ini adalah ilmu baru untuk anak-anakku sekalian. Saya berharap kalian bisa menginterpretasikan ilmu ini ke dalam mata pelajaran kalian masing-masing," ujar bapak Drs. Muhdar, M. Pd. 

Beliau juga berpesan agar para siswa yang hadir menjadi perpanjangan tangan informasi bagi teman-teman mereka yang belum berkesempatan ikut. "Apa yang kita lakukan hari ini, niatkanlah sebagai ibadah di sisi Allah SWT," tambahnya menutup sambutan.

Narasumber dari Bank Indonesia memaparkan bahwa BI memiliki tugas yang berbeda dari bank umum. Fokus utama BI adalah pada kebijakan moneter dan makroprudensial.

  • Jembatan Ekonomi: BI berperan sebagai regulator yang menghubungkan masyarakat (yang membutuhkan dana) dengan lembaga keuangan. Dengan menjaga aliran kredit yang sehat, BI memastikan roda perekonomian terus berputar tanpa menciptakan risiko sistemik yang membahayakan keuangan nasional.
  • Pengendali Inflasi: Selain urusan kredit, BI juga bertugas menjaga stabilitas harga barang dan jasa (inflasi) agar daya beli masyarakat, termasuk para siswa dan orang tua, tetap terjaga.

Salah satu materi yang paling menarik perhatian siswa adalah transformasi sistem pembayaran. BI menjelaskan komitmen mereka dalam menyediakan sistem pembayaran yang Cepat, Mudah, Murah, Aman, dan Handal (CeMuMuAH).

  • QRIS dan Digitalisasi: Penggunaan QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) terus didorong agar transaksi di pasar, toko, hingga kantin sekolah menjadi lebih efisien dan tercatat secara digital.
  • Cinta, Bangga, Paham (CBP) Rupiah: Siswa diajak untuk tidak hanya mengenali uang Rupiah sebagai alat bayar, tetapi juga menjaga fisiknya (Cinta), mengenali filosofinya sebagai simbol kedaulatan (Bangga), dan bijak dalam membelanjakannya (Paham).

Bank Indonesia Sulawesi Selatan juga menonjolkan peran mereka dalam pembinaan UMKM di wilayah Makassar dan sekitarnya. BI memfasilitasi para pelaku usaha kecil untuk naik kelas melalui program Wirausaha Mandiri. Dengan menghubungkan UMKM ke akses perbankan, BI membantu menciptakan lapangan kerja baru yang nantinya akan dinikmati oleh generasi muda setelah lulus sekolah.

Kegiatan KAWAN BI di SMAN 1 Bone ini bukan sekadar sosialisasi satu arah, melainkan diskusi interaktif yang membuka cakrawala siswa tentang kompleksitas ekonomi dunia. Dengan memahami cara kerja bank sentral, diharapkan para siswa dapat lebih bijak dalam mengelola keuangan pribadi dan mampu membaca peluang di era ekonomi digital yang terus berkembang pesat.

Sebagai bentuk apresiasi dan kenang-kenangan atas kolaborasi ini, acara dilanjutkan dengan pemberian cendera mata dari pihak Bank Indonesia kepada pihak SMAN 1 Bone. Momen ini menjadi simbol eratnya kerja sama dalam membangun literasi keuangan di lingkungan sekolah. Drs. Muhdar, M.Pd. menerima langsung cendera mata tersebut dengan ucapan terima kasih atas kesediaan BI berbagi ilmu langsung kepada para siswa.

​Acara ditutup dengan komitmen bersama untuk terus menjaga stabilitas ekonomi mulai dari langkah kecil: menggunakan produk dalam negeri dan cerdas dalam bertransaksi secara digital.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar