Bone, 10 Februari 2026-Sebagai bentuk komitmen kuat dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman dan nyaman, UPT SMAN 1 Bone menggelar kegiatan sosialisasi pencegahan dan penanganan perundungan (bullying). Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA kabupaten Bone) dengan Roots SMANSA.
Kegiatan yang berlangsung khidmat ini dihadiri langsung oleh Kepala Dinas terkait dan Kepala UPT SMAN 1 Bone yang memberikan sambutan hangat serta membuka kegiatan sosialisasi pencegahan bullying secara resmi.
Keunikan dari kegiatan ini terletak pada sinergi seluruh elemen Roots SMANSA, yang melibatkan:
Fasilitator Guru Anti Perundungan: Sebagai pendamping dan pengawas kebijakan anti-perundungan.
Pembina Roots: Sebagai motor penggerak program berkelanjutan di sekolah.
Agen Perubahan (Agen Roots): Siswa terpilih yang menjadi garda terdepan dalam menyebarkan perilaku positif di kalangan teman sebaya.
Sosialisasi ini diikuti oleh dua perwakilan dari setiap kelas di SMAN 1 Bone. Para perwakilan ini diharapkan mampu menjadi "ambasador" yang menularkan nilai-nilai toleransi dan empati sekembalinya mereka ke kelas masing-masing.
"Kegiatan ini adalah bentuk kepekaan dan kepedulian dari pihak Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak beserta Pihak UPT SMAN 1 Bone dalam mencegah, mengatasi, dan menangani bullying secara efektif sesuai jalurnya"
Melalui edukasi ini, diharapkan siswa tidak hanya memahami bahaya bullying dari sisi hukum dan psikologis, tetapi juga memiliki keberanian untuk melapor dan saling melindungi. Semoga langkah nyata ini memberikan manfaat jangka panjang dan menjadikan UPT SMAN 1 Bone sebagai pionir sekolah ramah anak di kabupaten Bone.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar